Baby Sitter atau Daycare, Lebih Baik Mana?

SPC – Padatnya aktivitas dan kesibukan yang melanda membuat banyak orang tua memutuskan untuk menyewa baby sitter atau daycare untuk membantu mengurus anak.

Orang tua bisa lebih fokus dengan pekerjaan dan anak tetap mendapat perhatian.

Baby sitter dan daycare merupakan pilihan yang bisa dipertimbangkan untuk merawat anak-anak.

Saat ini sudah banyak baby sitter yang mendapat pelatihan khusus dalam merawat anak dan semakin banyak daycare yang menawarkan berbagai program yang dapat menunjang perkembangan anak.

Keduanya memiliki kelebihan masing-masing tergantung dengan kebutuhan.

Penting untuk mempertimbangkan kebutuhan dan pilihan yang cocok dengan anak dalam memilih baby sitter atau daycare ini. 

 

[irp]

 

Baby Sitter 

Baby sitter adalah seseorang yang dipanggil untuk menjaga dan merawat anak di rumah.

Tugas baby sitter lebih fokus mengurus semua kebutuhan anak mulai dari makan, menjaga kebersihan anak  sampai menemani anak beraktivitas.

Baby sitter akan bekerja penuh atau part time sesuai dengan kesepakatan.

Dengan perawatan dari baby sitter, anak akan mendapat perhatian penuh sehingga bisa meningkatkan kemampuan intrapersonalnya.

Kelebihan Baby Sitter

  1. Perhatian personal : Baby sitter fokus pada satu atau dua orang anak sehingga mampu memberikan perhatian yang lebih untuk anak.

  2. Fleksibilitas : Kemudahan mengatur jadwal dengan baby sitter karena memiliki waktu yang fleksibel dan bisa diandalkan. 

  3. Profesionalisme : Baby sitter secara profesional membantu merawat anak sesuai dengan aturan yang sudah disepakati bersama orang tua

  4. Menjaga anak di rumah : Kenyamanan saat berada di rumah sendiri membuat anak merasa lebih aman dan tidak kesulitan menyesuaikan diri. 

  5. Belajar hal baru : Pada beberapa situasi, anak bisa belajar hal baru dari baby sitter seperti bahasa atau keterampilan baru.

  6. Biaya yang sesuai : Bisa negosiasi perihal biaya perawatan anak dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan kesepakatan sehingga lebih terjangkau.

Kekurangan baby sitter

Beberapa kekurangan yang mungkin terjadi pada seorang baby sitter adalah :

  1. Minim pengalaman : Bagi baby sitter yang baru pertama kali merawat anak mungkin sedikit kesulitan menangani kondisi anak yang terkadang berbeda karena sedikit pengalaman.

  2. Kurangnya keterampilan : Beberapa baby sitter mungkin tidak memiliki keterampilan khusus untuk merawat anak-anak seperti mengganti popok, memandikan atau memasakkan makanan.

  3. Kehilangan kesabaran : Anak yang sulit diatur kadang membuat baby sitter kehilangan kesabaran sehingga melakukan hal yang dapat mengganggu perkembangan anak seperti marah bahkan sampai memukul anak.

  4. Kurang sigap dan perhatian : Melakukan kegiatan lain atau tidak fokus dalam merawat anak dapat mengancam keselamatan anak seperti terjatuh dan tertimpa benda. 

  5. Tidak ada jaminan keamanan : Beberapa baby sitter mungkin tidak memiliki pengetahuan dan peralatan yang cukup untuk menangani anak dalam kondisi darurat.

  6. Kurangnya komunikasi : Bagi sebagian baby sitter mungkin kurang berkomunikasi dengan orang tua seperti menyampaikan kegiatan harian anak atau masalah yang terjadi pada anak.

 

Daycare

Daycare merupakan fasilitas yang menyediakan perawatan harian anak mulai dari usia bulanan sampai 5 tahun atau lebih.

Dalam membantu mengurus dan mengawasi anak, daycare menyediakan berbagai kegiatan oleh pengasuh yang sudah terlatih dan memenuhi kualifikasi.

Sebagai tempat penitipan anak, daycare dapat meningkatkan interaksi anak dengan teman-temannya satu sama lain.

Daycare bertujuan memberikan perhatian, stimulasi dan pengawasan untuk membantu perkembangan emosional, sosial, dan intelektual anak.

Kelebihan Daycare 

  1. Interaksi sosial : Kesempatan untuk berinteraksi dengan teman sebayanya sehingga anak lebih percaya diri dan dapat meningkatkan keterampilan sosial dan interpersonalnya.

  2. Konsisten : Memiliki kegiatan dengan jadwal yang rutin dapat membangun kebiasaan baik bagi anak.

  3. Kegiatan edukatif : Menawarkan kegiatan terstruktur yang dapat mengedukasi anak sehingga membantu tumbuh kembang anak dengan baik seperti membaca, menulis, menggambar serta kegiatan sosial lainnya.

  4. Pengasuh terlatih : Penyedia daycare lebih profesional dan memiliki pelatihan khusus dalam mengasuh anak termasuk pengawasan dan perawatan medis sehingga Ibu bisa fokus pada pekerjaan. 

  5. Fleksibel : Beberapa daycare menawarkan waktu yang fleksibel sehingga bisa menyesuaikan dengan jadwal orang tua. 

Kekurangan Daycare

Beberapa kekurangan daycare adalah :

  1. Biaya : Biaya daycare biasanya sudah ditetapkan dari awal jadi harus mengikuti prosedur yang berlaku.

  2. Infeksi dan penyakit : Interaksi antar banyak anak dapat meningkatkan risiko penularan infeksi dan penyakit sehingga Ibu harus lebih selektif melihat kebersihan daycare.

  3. Keterbatasan : Banyak daycare yang memiliki jumlah tempat dan jam kerja yang terbatas serta daftar tunggu yang panjang

  4. Pengembangan sosial : Pengasuhan dalam jumlah yang banyak juga dapat menghalangi anak untuk membangun hubungan sosial karena bisa jadi anak kesulitan berbaur dengan teman sebayanya sehingga penting menjaga interaksi sosial yang positif.

  5. Terlalu banyak aktivitas : Beberapa daycare memiliki kegiatan yang terjadwal secara ketat sehingga anak merasa stres dengan tertekan.

 

[irp]

 

Baby sitter atau daycare memang sangat membantu pekerjaan Ibu dalam merawat anak.

Baby sitter memberikan perhatian penuh pada anak sementara daycare dapat meningkatkan interaksi sosial anak.

Perihal pilihan yang tepat, Ibu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan dan memilih baby sitter atau daycare yang bisa membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dengan baik.

Keduanya juga memiliki risiko masing-masing untuk anak jadi penting untuk menyeleksi baby sitter atau daycare yang sudah terjamin kualitasnya dan menyenangkan untuk anak.

Selalu konsultasikan perkembangan anak dengan dokter untuk memantau perkembangan anak berjalan dengan baik.

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Pencegahan dan Penanganan Campak pada Anak

SPC – Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh Morbilivirus dan dapat menyerang anak-anak.

Virus campak menyebar melalui udara dan sangat mudah menular dari satu orang ke orang lain melalui batuk atau bersin.

Mobilitas dan kepadatan penduduk meningkatkan risiko penularan campak.

Beberapa tanda dan gejala yang biasanya terlihat pada anak yang terkena campak adalah :

  1. Demam tinggi bahkan mencapai 40°C atau lebih

  2. Timbul ruam merah pada kulit mulai dari telinga sampai seluruh tubuh dan terasa gatal

  3. Mata anak terlihat merah, berair dan sensitif terhadap cahaya

  4. Batuk dan pilek

  5. Kelelahan, nyeri otot dan sakit kepala

  6. Anoreksia (kehilangan nafsu makan)

  7. Kelenjar getah bening di leher anak mungkin akan membengkak

  8. Komplikasi pneumonia, otitis media (infeksi telinga), radang otak dan kerusakan penglihatan 

 

[irp]

 

Pencegahan Campak pada Anak

Pada kondisi tertentu, campak bisa semakin parah dan menyebabkan komplikasi pada penyakit lain sehingga penting untuk mencegah terjadinya campak pada anak. Berikut langkah pencegahannya : 

1. Imunisasi 

Sesuai anjuran WHO, imunisasi campak sangat penting untuk mencegah terjadinya campak pada anak.

Vaksin campak diberikan secara rutin pada anak usia 9 bulan dan 18 bulan.

Vaksin campak biasanya diberikan sejalan dengan mumps (gondongan) dan rubella atau dikenal dengan vaksin MMR (Measles Mumps Rubella).

Selanjutnya diberikan pada usia anak 5-7 tahun.

2. Hindari kontak dengan orang sakit 

Jauhkan anak dari orang yang sedang sakit karena campak sangat mudah menular.

Jika muncul gejala, hindari interaksi dan kontak anak dengan orang lain.

Tujuannya untuk menurunkan risiko dan memutus rantai penularan campak. 

3. Menjaga kebersihan 

Ajarkan anak untuk selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya untuk membantu mencegah penyebaran campak.

Selalu mencuci tangan saat sebelum dan sesudah beraktivitas dengan sabun dan air mengalir.

4. Menjaga kesehatan anak 

Perhatikan pola makan anak yang sehat dan bergizi, melakukan aktivitas fisik dan istirahat yang cukup.

Gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan kekebalan tubuh anak sehingga mampu melawan infeksi campak.

5. Hindari bepergian ke tempat yang berisiko tinggi 

Jika tinggal atau bepergian ke daerah yang memiliki kasus campak tinggi, pastikan anak-anak sudah mendapat vaksinasi atau terhindar dari campak sebelumnya.

 

Penanganan Campak pada Anak

Ketika pencegahan sudah dilakukan namun penularan tetap terjadi dan anak terdiagnosis campak, lakukan beberapa penanganan berikut :  

1. Istirahat yang cukup

Anah harus mendapat istirahat yang cukup serta menghindari aktivitas fisik yang melelahkan.

Dalam kondisi tubuh yang sedang memerangi virus, istirahat dapat membantu tubuh lebih fokus pada pemulihan. 

2. Berikan obat penurun panas

Obat penurun panas seperti paracetamol dapat menurunkan deman pada anak.

Sesuaikan pemberian obat dengan dosis anjuran dokter. 

3. Penuhi kebutuhan cairan anak

Cegah dehidrasi pada anak dengan memenuhi kebutuhan cairan.

Selain minum air putih yang cukup, kombinasikan dengan makanan berserat seperti buah dan sayuran. 

4. Pemberian vitamin A

Pemberian vitamin A dapat menangani masalah campak dengan membantu pemulihan dan mencegah komplikasi.

Penuhi kebutuhan gizi anak dengan pola makan yang sehat dan seimbang.

5. Karantina

Hindari kontak dengan orang lain selama 10-14 hari setelah ruam muncul pada kulit anak.

Dengan karantina dapat mencegah penularan berikutnya ke orang sekelilingnya.

6. Periksakan kesehatan anak

Apabila terjadi komplikasi seperti pneumonia, gangguan mata atau infeksi telinga, periksakan ke dokter untuk penanganan yang lebih tepat. 

 

[irp]

 

Pencegahan dan penanganan campak sangat penting untuk mencegah komplikasi dan bahaya yang lebih parah terhadap kesehatan anak.

Ibu harus memastikan anak sudah mendapatkan vaksin sesuai dosisnya untuk mencegah terjadinya campak.

Lakukan konsultasi dengan dokter saat muncul gejala agar penanganan yang tepat pada anak bisa dilakukan. Perawatan yang tepat dapat memulihkan anak dengan cepat dan mencegah masalah yang lebih serius. 

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Kunjungi Tempat Wisata di Medan Ini Bersama Anak

SPC – Pergi berlibur dan rekreasi merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan bagi semua orang tidak terkecuali anak-anak.

Mengajak anak ke tempat wisata dapat menurunkan stres dan memperbaiki mood anak sehingga lebih bersemangat menjalani hari-harinya.

Namun perlu dipertimbangkan tempat yang aman, bersih dan bermanfaat banyak untuk perkembangan anak.

Berikut beberapa tempat wisata di Medan yang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi bersama anak : 

1. Maimun Palace 

Istana Maimun merupakan salah satu destinasi wisata di Medan yang sangat populer.

Istana ini adalah peninggalan kerajaan Deli yang dibangun pada abad ke-19.

Terdapat koleksi benda-benda bersejarah seperti singgasana, pakaian adat, alat musik tradisional serta berisikan informasi sejarah.

Anak-anak bisa berlibur sambil belajar mengenal sejarah kerajaan dan budaya Melayu dengan cara yang menyenangkan.

 

[irp]

 

Arsitekturnya yang unik khas Melayu dengan campuran Eropa membuat tempat wisata ini sayang untuk dilewatkan.

Selain itu, Istana Maimun juga menyediakan area taman yang luas dan indah untuk bermain atau berolahraga.

Bisa untuk bermain bola bagi anak-anak atau hanya sekedar berlari-lari.

Istana Maimun menjadi pilihan tempat wisata yang sangat cocok bersama anak-anak karena banyak manfaatnya.

 

2. Taman Rekreasi Lumbini Park

Taman yang terletak di pusat Kota Medan ini mudah dijangkau dengan transportasi umum.

Tersedia berbagai macam wahana permainan anak seperti kolam renang dan permainan anak lainnya.

Anak akan mendapat pengalaman menarik dan keterampilan motoriknya juga meningkat.

Selain itu, tersedia area yang bisa digunakan untuk piknik bersama keluarga.

Lingkungannya yang asri dapat memberikan rasa nyaman bagi anak-anak untuk bermain.

Anak-anak bisa lebih dekat dengan alam dan mengenal bermacam-macam burung.

Harganya yang terjangkau membuat taman ini bisa menjadi pilihan berlibur bersama anak.

 

3. Pantai Cermin

Tempat wisata alam yang menawarkan keindahan alam, salah satunya adalah pantai Cermin.

Pantai ini memiliki pasir putih dan air yang jernih.

Tersedia banyak fasilitas seperti area bermain anak, area piknik dan restoran.

Pantai Cermin juga aman untuk berenang dan bermain air sehingga cocok untuk liburan bersama keluarga.

Aktivitas fisik seperti berenang, berlari atau bermain pasir di pantai dapat meningkatkan kreativitas dan kesehatan fisik anak.

Anak akan merasa senang saat melakukan kegiatan yang jarang dilakukan apalagi wisata alam yang berefek menenangkan.

Sebagai tempat umum, juga bisa meningkatkan sosial anak karena berinteraksi dengan orang lain dan bermain bersama teman sebayanya. 

 

4. Masjid Raya Medan

Sebagai salah satu masjid terbesar di Indonesia, Masjid Raya Medan memiliki arsitektur dan seni dekorasi yang menakjubkan.

Masjid yang terletak di kota Medan ini bisa menjadi tempat kunjungan bersama anak-anak.

Anak-anak akan mengenal sejarah dan kebudayaan dari desain dan ornamen masjid.

Dan yang paling penting adalah memupuk jiwa religius anak untuk beribadah serta melakukan praktik keagamaan lainnya.

Selain itu juga mengajarkan anak untuk menghormati tempat ibadah. 

 

5. Danau Toba

Danau yang terletak di Sumatera Utara ini sangat populer sebagai danau vulkanik terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Berkunjung ke danau Toba dapat mengajarkan anak tentang keanekaragaman hayati serta kekayaan budaya Batak di sekitar danau.

Selain edukasi alam dan budaya, berkunjung ke danau Toba juga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan kebugaran anak karena banyak kegiatan yang bisa dilakukan seperti bersepeda, berjalan-jalan serta berenang.

Banyak pengalaman menyenangkan yang akan anak dapatkan selama di danau Toba.

 

6. Rahmat International Wildlife Museum & Gallery

Museum dan galeri seni yang menampilkan koleksi hewan, tulang, dan spesies langka yang telah dipelihara dan ditempelkan kembali menjadi benda seni oleh pemiliknya.

Berkunjung ke museum ini dapat mengajarkan anak mengenal satwa liar dan habitatnya serta mengajaknya peduli terhadap berbagai jenis satwa.

Anak akan berimajinasi membayangkan kehidupan satwa tersebut serta belajar nama-nama dan jenis binatang. 

 

7. Taman Rekreasi Lembah Hijau Medan

Taman rekreasi yang menyediakan banyak wahana permainan dan kegiatan outbond untuk anak-anak.

Tersedia juga taman bermain air untuk anak yang cocok saat cuaca sedang panas.

Sangat menyenangkan karena anak bisa bermain bersama teman-teman lainnya.

Taman ini juga memiliki area piknik yang nyaman dan bersih, bisa untuk menikmati waktu bersama keluarga.

 

8. Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

Museum yang memiliki koleksi budaya dan sejarah Sumatera Utara ini masih lengkap dan terawat dengan baik.

Tersedia berbagai koleksi sejarah, budaya dan etnografi dari daerah Sumatera Utama.

Berkunjung ke museum ini dapat mengajarkan anak mengenal budaya lokal serta sejarah terdahulu melalui benda-benda yang terpajang di museum. 

 

[irp]

 

Sangat banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi bersama anak di Medan.

Banyak pengalaman yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak.

Tidak hanya memberikan hiburan untuk anak tetapi juga dapat meningkatkan kemampuan kognisi, fisik, mental dan sosial anak.

Ibu harus terus mengontrol anak untuk mencegah terjadinya bahaya pada anak serta tidak merusak fasilitas selama di tempat wisata.

Persiapkan peralatan pendukung untuk keamanan selama berlibur.

Selalu abadikan momen bersama anak dan konsultasikan perkembangan anak pada dokter secara berkelanjutan untuk memastikan tumbuh kembang anak dengan baik. 

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Luar Biasa!! Inilah 11 Manfaat Berenang untuk Anak

SPC – Berenang dapat memberikan berbagai manfaat untuk anak.

Berenang merupakan aktivitas olahraga atau rekreasi air yang menggunakan gaya dan teknik tertentu.

Kegiatan ini bisa dilakukan dimana saja selama ada air dalam jumlah yang cukup.

Berenang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan anak namun juga bisa berbahaya dilakukan jika tidak berhati-hati.

Berikut adalah beberapa manfaat positif dari berenang bagi kesehatan anak:

1. Meningkatkan kebugaran jasmani

Berenang merupakan kegiatan yang melibatkan seluruh tubuh untuk bergerak.

Berenang dapat membantu anak-anak meningkatkan kekuatan otot terutama kaki dan lengan, meningkatkan stamina dan ketahanan, memperbaiki postur tubuh serta kebugaran secara keseluruhan.

Setelah berenang, anak akan lebih bersemangat menjalani rutinitas hariannya. 

 

[irp]

 

2. Meningkatkan keterampilan motorik

Gerakan tangan dan kaki yang singkron dapat meningkatkan keseimbangan dan kecepatan anak.

Termasuk koordinasi mata dan pernapasan yang harus sejalan juga dapat meningkatkan koordinasi pada tubuh anak.

Secara keseluruhan, berenang dapat membantu meningkatkan keterampilan motorik secara halus dan kasar.

3. Meningkatkan kepercayaan diri

Kemampuan menghadapi rasa takut terhadap air membuat anak merasa lebih mandiri dan percaya diri.

Berenang membutuhkan keberanian dan latihan yang optimal sehingga anak-anak yang bisa berenang akan merasa memiliki sebuah keterampilan hebat dalam dirinya. 

4. Mengurangi stres

Berenang mampu mengurangi stres, tegang dan kecemasan pada anak.

Setelah berenang, anak akan merasa rileks dan lebih fokus melanjutkan aktivitas. 

5. Menstimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak

Berenang dapat membantu mempercepat pertumbuhan dan perkembangan anak, terutama dalam hal kekuatan otot, koordinasi, dan keseimbangan.

6. Mengembangkan keterampilan sosial

Bertemu dan berinteraksi dengan orang lain dapat meningkatkan keterampilan sosial.

Berenang bersama teman atau keluarga membuat anak merasa senang dengan lingkungan sosial.

Dampaknya anak mampu bekerja sama dan bersosialisasi dengan orang lain

7. Mengurangi risiko obesitas

Sebagai aktivitas fisik yang menggerakkan seluruh tubuh, berenang dapat mengurangi risiko obesitas pada anak.

Berenang dapat membantu membakar kalori dan mempercepat metabolisme tubuh. 

8. Meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru

Berenang dapat membantu memperkuat jantung, meningkatkan kapasitas paru-paru dan memperlancar sirkulasi darah.

Jadi berenang dapat menjaga kesehatan kardiovaskular dengan baik anak lebih sehat dan kuat.

9. Menyehatkan tulang dan sendi

Kegiatan ini cukup aman dari cedera sendi karena tidak membebani sendi saat berenang.

Berenang juga dapat membantu meningkatkan fleksibilitas dan rentang gerak tubuh anak.

10. Meningkatkan kualitas tidur

Manfaat rileks setelah berenang membuat anak tidur lebih nyenyak di malam harinya.

Berenang akan menghabiskan energi dan mengurangi stres sehingga meningkatkan kualitas tidur anak. 

11. Meningkatkan daya tahan tubuh

Berenang dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak sehingga anak lebih kuat dan tidak rentan terkena penyakit.

Banyak sekali manfaat berenang untuk kesehatan dan perkembangan anak.

Selain banyaknya manfaat yang ditawarkan, berenang juga merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Namun seperti aktivitas fisik lainnya, berenang juga memiliki potensi bahaya pada anak seperti : 

  1. Risiko tenggelam saat belum mahir berenang 

  2. Risiko hipotermia karena terlalu lama dalam air atau air terlalu dingin

  3. Cedera kepala karena jatuh saat berenang 

  4. Luka atau lecet karena tergelincir di kolam renang

  5. Keracunan klorin (pembersih air kolam)

  6. Infeksi telinga karena perkembangan bakteri saat telinga kemasukan air

 

[irp]

 

Untuk mengurangi risiko timbulnya bahaya saat berenang, orang tua harus memastikan keamanan dan keselamatan anak saat berenang.

Ibu bisa memilih kolam yang aman dan bersih serta menggunakan peralatan keamanan untuk mencegah terjadinya kecelakaan saat berenang.

Konsultasikan perkembangan anak pada dokter untuk memastikan tumbuh kembang anak dengan baik.

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Waspadai Inilah Penyebab Anak Sering Buang Air Kecil

SPC – Penyebab anak sering buang air kecil memang cukup beragam.

Buang air kecil secara teratur menandakan sistem perkemihan anak berfungsi dengan baik.

Namun jika terlalu sering buang air, perlu diwaspadai ada masalah yang terjadi pada tubuh anak.

Berikut beberapa penyebab anak sering buang air kecil : 

1. Kebiasaan 

Beberapa anak memiliki kebiasaan untuk buang air kecil lebih sering karena memiliki kandung kemih yang kecil atau tidak nyaman saat terisi terlalu penuh.

Kebiasaan meminum banyak cairan juga membuat anak sering buang air kecil.

Selain itu, kecemasan juga bisa menyebabkan anak sering buang air kecil karena respon sistem saraf pusat untuk meningkatkan aktivitas kandung kemih.

 

[irp]

 

2. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi saluran kemih (ISK) pada anak adalah kondisi menyebarnya bakteri atau virus dalam saluran kemih.

Saluran kemih merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi memperoduksi, menyimpan dan membuang urine dari tubuh.

Sering buang air kecil memang salah satu gejala infeksi saluran kemih.

Namun infeksi saluran kemih juga menyebabkan gejala lain seperti : 

  • Timbul rasa nyeri saat buang air kecil

  • Mengompol pada anak yang sudah dapat mengendalikan kandung kemihnya

  • Urine berbau tidak sedap atau berwarna keruh

  • Nyeri atau kram di perut atau punggung bawah

  • Demam dan menggigil

  • Mual, muntah dan sakit perut.

Gejala yang timbul akibat infeksi saluran kemih berbeda-beda tergantung pada tingkat keparahan dan usia anak. 

 

3. Diabetes

Anak-anak yang menderita diabetes akan sering buang air kecil karena tingginya kadar gula darah yang mempengaruhi produksi urine.

Diabetes pada anak bisa terjadi karena faktor genetik atau pola hidup yang tidak sehat. 

Terdapat 2 jenis diabetes : 

Diabetes Insipidus (tipe 1)

Diabetes tipe ini umumnya terjadi pada usia anak-anak atau remaja.

Terjadi karena ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi insulin yang merupakan hormon pengontrol kadar gula darah.

Penderita diabetes tipe 1 harus mendapatkan pengobatan insulin seumur hidupnya.

Diabetes Melitus (tipe 2)

Diabetes tipe ini terjadi karena pengaruh pola hidup seperti kurangnya aktivitas fisik dan kelebihan berat badan.

Biasanya terjadi pada orang dewasa namun tidak terkecuali pada anak-anak. 

Berikut gejala yang muncul saat anak menderita diabetes :  

  • Sering buang air kecil dari biasanya serta terbangun malam hari untuk buang air kecil. Hal ini terjadi karena tubuh tidak dapat memproses glukosa dengan baik dan mengeluarkannya melalui urin.

  • Anak merasa haus berkepanjangan dan minum banyak air

  • Sering merasa lelah walaupun tidak melakukan aktivitas fisik

  • Kehilangan berat badan secara tiba-tiba

  • Nafas berbau buah atau terasa manis

  • Sering terjadi infeksi dan sulit untuk sembuh

  • Penglihatan menjadi buram

 

4. Gangguan Saraf

Beberapa jenis gangguan saraf dapat mempengaruhi kendali tubuh untuk buang air kecil seperti infeksi saraf pusat dan tulang belakang.

Spina bifida merupakan kelainan bawaan yang memengaruhi perkembangan tulang belakang dan saraf tulang belakang.

Anak yang menderita spina bifida memiliki masalah dengan fungsi kandung kemih sehingga akan sering buang air kecil.

Gangguan saraf lain seperti multiple sclerosis, stroke, atau cedera tulang belakang juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengendalikan buang air kecil. 

 

5. Dehidrasi 

Kekurangan cairan atau dehidrasi bisa membuat anak sering buang air kecil karena tubuh sedang menyeimbangkan kandungan air.

Dehidrasi bisa menurunkan atau bahkan meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Pada saat awal dehidrasi menyebabkan penurunan produksi urine.

Namun jika dehidrasi berlansung lama, tubuh akan mengeluarkan air yang tersisa sehingga akan sering buang air kecil.

Gejala lain yang juga ditimbulkan oleh dehidrasi adalah kekeringan, kelelahan dan sakit kepala.

 

[irp]

 

Selain itu, terjadinya masalah pada ginjal juga dapat mempengaruhi frekuensi buang air kecil pada anak.

Anak yang sering buang air kecil sebenarnya tidak terlalu masalah namun jika dibarengi dengan gejala lain seperti nyeri atau berwarna keruh, bisa jadi ada masalah pada tubuh anak.

Ibu bisa memenuhi asupan air pada anak dan mengontrol frekuensi buang air kecilnya untuk memastikan kesehatan anak.

Jika terjadi keluhan, konsultasikan lansung dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat pada anak.

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Apa Saja Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Anak?

Apa Saja Pengaruh Gadget Terhadap Perkembangan Anak?

SPC – Penggunaan gadget memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak.

Saat ini gadget menjadi sesuatu yang sangat melekat dengan anak-anak.

Gagdet merupakan perangkat elektronik pintar yang dapat membantu berbagai aktivitas mulai dari media berkomunikasi, pendidikan serta hiburan.

Perkembangan teknologi membuat gadget terus berkembang dan menawarkan banyak fitur canggih.

Smartphone, salah satu jenis gadget yang dimiliki setiap orang tidak terkecuali anak-anak.

 

[irp]

 

Dampak Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Anak

Penggunaan gadget dapat mempengaruhi perkembangan anak baik secara positif maupun negatif.

Dampat yang terjadi tergantung pada tujuan dan intensitas penggunaannya. Berikut dampak positifnya :

  1. Membantu meningkatkan kemampuan belajar anak karena tersedia beragam aplikasi pembelajaran yang dapat membantu anak belajar.

  2. Menambah pengetahuan anak karena banyaknya informasi yang tersedia

  3. Dapat mengembangkan kreativitas anak seperti menggambar, mewarnai dan menulis

  4. Sumber hiburan yang dapat mengurangi sres pada anak

Selain menawarkan hal positif bagi perkembangan anak, gadget juga bisa berbahaya.

Penggunaan gadget yang tidak tepat dan tidak kenal waktu akan berdampak buruk pada anak seperti : 

1. Gangguan fisik

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak dapat menimbulkan gangguan fisik seperti masalah penglihatan, sakit kepala dan nyeri pada leher.

Kualitas tidur anak juga akan terganggu jika menggunakan gadget sebelum tidur dan beepengaruh pada siang harinya. 

2. Ketergantungan

Berlebihan dalam menggunakan gadget membuat anak sulit berhenti dan kecanduan.

Penggunaan gadget yang lama akan menghabiskan waktu dan mengganggu aktivitas fisik serta sosialnya.

Anak akan malas melakukan kegiatan lain saat sudah candu dengan gawaiannya termasuk malas belajar.

Hal ini juga akan berpengaruh dengan prestasi belajarnya di sekolah. 

3. Mengganggu perkembangan

Penggunaan yang berlebihan pada gadget dapat menghambat perkembangan sosial, emosional dan intelektual anak.

Interaksi sosial dan kegiatan fisik semakin menurun karena anak cenderung menghabiskan waktu di depan layar.

Perkembangan anak akan terganggu jika hal ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama.

4. Konten yang tidak sesuai

Kemungkinan terpapar konten yang tidak sesuai dengan usianya dapa mengganggu perkembangan anak.

Konten yang tidak seharusnya dilihat seperti kekerasan, pornografi dan perilaku buruk lainnya berdampak pada psikologis anak.

Ketidakmampuannya dalam menyaring informasi membuat anak cenderung meniru apa yang dilihat.

5. Bahaya online

Penipuan, pelecehan dan bahaya lainnya juga bisa menghantui anak-anak.

Saat menggunakan gadget terkadang anak berinteraksi dengan orang lain melalui media sosial serta media hiburan lain.

Tidak sedikit bahaya online yang berisiko mengancam keselamatan anak dan membahayakan psikologisnya.

 

Batasan Penggunaan Gadget pada Anak

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait penggunaan gadget pada anak:

1. Batasi penggunaan gadget

Tentukan aturan dalam penggunaan gadget baik waktu ataupun penggunaannya.

Sebaiknya anak menggunakan gadget tidak lebih dari 1-2 jam sehari terutama untuk bermain game atau sekedar menonton video.

Waktu penggunaannya juga menyesuaikan jika dibutuhkan untuk belajar selama tidak berlebihan.

Selain itu penggunaan saat makan dan sebelum tidur tidak baik untuk anak. 

2. Pilih konten yang sesuai

Ibu perlu memastikan konten yang diakses anak sesuai dan memiliki nilai pendidikan yang baik untuk anak.

Hal ini sangat penting agar anak tidak terpapar konten yang mengandung kekerasan dan pornografi. 

3. Ajak anak melakukan kegiatan fisik dan sosial

Ibu bisa mengajak anak melakukan aktivitas lain seperti merapikan rumah, menyiram tanaman serta hal lain yang lebih bermanfaat.

Dengan begitu, anak akan sibuk dengan kegiatan lain sehingga lupa untuk bermain gadget.

Selain itu, ajak anak berinteraksi dengan orang lain seperti aktivitas kemasyarakatan atau bermain bersama teman sebayanya. 

4. Perhatikan kesehatan anak

Penggunaan gadget secara berlebihan dapat mengganggu kesehatan seperti masalah penglihatan dan gangguan tidur.

Pastikan kebutuhan istirahat anak terpenuhi agar bisa fokus untuk melakukan kegiatan lain.

5. Penggunaan gadget yang bertanggung jawab

Ibu harus mengajarkan anak untuk bertanggung jawab saat menggunakan gadget.

Anak harus tahu bahwa mereka tidak boleh mengakses hal-hal yang dilarang, tidak mengganggu orang lain dan selalu meminta izin saat hendak memutuskan sesuatu.

6. Awasi aktivitas online anak-anak

Ibu harus selalu mengontrol anak saat menggunakan gadget.

Pastikan anak tidak berkomunikasi dengan orang asing atau mengakses yang tidak aman.

Gunakan fitur keamanan agar bisa mengendalikan dan membatasi konten untuk anak.   

 

[irp]

 

Penggunaan gadget memiliki pengaruh pada perkembangan anak serta sangat bermanfaat untuk membantu belajar, meningkatkan kreativitas dan salah satu media untuk hiburan pada anak.

Namun penggunaan yang tidak tepat akan memberikan dampak buruk terhadap perkembangan anak.

Ibu harus ekstra hati-hati dan terus mengontrol anak saat menggunakan gadget.

Jika anak sudah kecanduan maka perlu pemberian batas yang tegas dan alihkan perhatian anak dengan kegiatan lain yang lebih bermanfaat.

Konsultasikan ke dokter terkait masalah dan kondisi perkembangan anak.

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Anemia pada Anak : Penyebab, Dampak dan Penanganan

SPC – Anemia pada anak terjadi ketika jumlah hemoglobin dalam sel darah merah berkurang atau berada di bawah batas normal.

Hemoglobin adalah protein yang berguna untuk membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Kekurangan hemoglobin terjadi karena berbagai faktor diantaranya kekurangan zat besi, masalah genetik, serta penyakit lainnya.

Anak-anak yang berisiko terkena anemia seperti memiliki riwayat keluarga anemia atau penyakit kronis, harus diperiksa secara teratur untuk memantau kesehatannya.

 

[irp]

 

Penyebab Anemia pada Anak

Anemia pada anak bisa disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya : 

1. Kekurangan zat besi

Penyebab anemia pada anak umumnya karena kekurangan zat besi.

Kekurangan zat besi terjadi karena asupan zat besi yang rendah, pola makan yang tidak seimbang serta gangguan penyerapan zat besi pada tubuh anak.

2. Kekurangan vitamin B12 dan folat

Kekurangan vitamin B12 dan folat dapat menyebabkan anemia megaloblastik pada anak-anak.

Pola makan yang tidak seimbang dan masalah penyerapan nutrisi pada saluran pencernaan membuat tubuh kekurangan vitamin B12. 

3. Gangguan genetik dan autoimun

Beberapa gangguan genetik seperti thalassemia dan sel sabit dapat menyebabkan anemia pada anak-anak.

Selain itu kondisi autoimun seperti lupus dan sindrom nefrotik juga dapat menyebabkan anemia pada anak-anak.

4. Kehilangan darah

Kehilangan darah dalam jumlah yang banyak juga dapat menyebabkan anemia pada anak-anak seperti cedera.

5. Infeksi

Infeksi yang terjadi seperti malaria juga dapat menyebabkan anemia pada anak-anak.

 

Bahaya Anemia pada Anak

Anemia pada anak dapat menyebabkan beberapa dampak pada anak seperti :

  1. Sangat lelah dan lemah setelah beraktivitas termasuk aktivitas ringan

  2. Anak terlihat pucat dan tidak bersemangat

  3. Gangguan kognitif yang membuat anak sulit berkonsentrasi dan mengingat

  4. Rentan terkena penyakit infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang lemah

  5. Gangguang pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh karena kadar oksigen yang rendah pada tubuh

  6. Kesulitan bernapas dan sering menderita sakit kepala

  7. Nafsu makan berkurang 

  8. Detak jantung cepat dan tidak teratur

  9. Kondisi yang parah membuat anak kehilangan kesadaran

 

Penanganan Anemia pada Anak

Penanganan anemia pada anak dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Mengubah pola makan

Mengubah pola makan dengan meningkatkan asupan makanan anak yang mengandung zat besi seperti daging merah, ikan, ayam, sayuran hijau dan kacang-kacangan.

Serta menambahkan makanan yang kaya vitamin C seperti stroberi, jeruk dan tomat yang dapat membantu tubuh menyerap zat besi.

2. Suplemen zat besi

Ketika asupan makanan tidak mencukupi kebutuhan zat besi pada tubuh anak, bisa tambahkan suplemen zat besi.

Hal ini bertujuan agar meningkatnya kadar zat besi dalam darah lebih cepat.

3. Pengobatan medis

Jika anemia disebabkan oleh masalah lain seperti penyakit kronis maka pengobatan medis harus dilakukan.

Lakukan pemeriksaan secara teratur untuk mengontrol anemia pada anak.

 

[irp]

 

Kondisi anemia yang semakin parah perlu bantuan medis agar tidak membahayakan anak.

Penanganannya tergantung penyebab dan tingkat keparahan.

Ibu bisa meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung zat besi pada anak.

Namun jika kondisi anak semakin parah, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk menangani masalah tersebut.

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Dampak Kekerasan yang Terjadi pada Anak

SPC – Kekerasan pada anak merupakan tindakan yang dapat mengancam keselamatan dan kesejahteraan anak baik secara fisik atau emosional.

Kekerasan pada anak akan berdampak buruk terhadap perkembangannya dalam jangka waktu yang lama.

Sangat penting untuk mencegah terjadinya kekerasan pada anak agar pertumbuhan fisik dan mentalnya berjalan dengan baik.

Kekerasan pada anak terjadi karena berbagai faktor yang saling berkaitan satu sama lainnya. 

 

[irp]

 

Bentuk Kekerasan pada Anak

1. Kekerasan Fisik

Kekerasan fisik melibatkan tindakan fisik saat menyakiti anak seperti memukul, menarik bagian tubuh, pelecehan serta menggunakan alat untuk menyakiti tubuh anak.

Akibatnya muncul memar, luka dan rasa sakit pada tubuh anak.

Kekerasan yang lebih parah dapat mengancam keselamatan serta membayakan nyawa anak.  

2. Kekerasan Mental 

Kekerasan mental melibatkan tindakan yang merusak psikologis anak seperti merendahkan, menghina, mempermalukan serta tindakan lain yang dapat membunuh mental anak.

Berdampak pada gangguan mental anak dan akan berpengaruh sampai mereka dewasa. 

 

Dampak Kekerasan pada Anak

Melakukan kekerasan pada adalah tindakan yang tidak baik dan sulit untuk ditoleransi.

Kekerasan pada anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak.

Berikut dampak dari kekerasan pada anak : 

1. Kerusakan Fisik

Kekerasan fisik dapat menimbulkan cedera fisik seperti luka, memar, patah tulang serta kerusakan organ tubuh. Tindakan kekerasan yang lebih parah dapat membahayakan jiwa anak secara lansung.

2. Gangguan Kesehatan Mental

Kekerasan dapat menyebabkan rasa ketakutan dan stres yang berkepanjangan pada anak.

Kekerasan terhadap anak dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental seperti PTSD (post-traumatic stress disorder), depresi dan gangguan kecemasan.

Anak yang mendapatkan kekerasan cenderung memiliki psikologis yang tidak stabil karena tekanan yang didapatkan.

Selain itu, stres yang dialami dapat meningkatkan risiko penyakit lain pada anak. 

3. Gangguan Perilaku

Kekerasan berdampak pada perubahan perilaku anak.

Anak akan menunjukkan perilaku agresif dan mudah marah karena pengaruh kekerasan yang dialami serta suka menghindari orang lain.

Selain itu, anak yang menjadi korban kekerasan lebih mudah terpengaruh perilaku menyimpang seperti merokok, minum alkohol dan narkoba.

Perilaku ini sebagai bentuk pelarian dari stres berkepanjangan yang terus menghantuinya.

4. Gangguan Emosional dan Sosial

Kekerasan membuat anak mengalami kesulitan mengembangkan emosi yang sehat sehingga sering merasa rendah diri atau mudah tersulut emosi.

Anak akan menarik diri dari lingkungan sosial dan tidak mau berinteraksi dengan orang lain.

Anak lebih suka menyendiri dan merenung karena ketakutan yang sering muncul. 

5. Penurunan Prestasi Akademik

Sebagai korban kekerasan, anak memiliki masalah dalam belajar karena kesulitan berkonsentrasi di sekolah.

Sulit fokus dan berinteraksi dengan orang lain juga membuat anak sulit untuk belajar.

Gangguan ini tentunya akan berpengaruh terhadap prestasi akademiknya. 

 

Penyebab Terjadinya Kekerasan pada Anak

Kekerasan pada anak terjadi karena kombinasi berbagai penyebab baik internal maupun eksternal.

Berikut faktor yang dapat menjadi penyebab terjadinya kekerasan pada anak :

  1. Konflik dalam keluarga seperti KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), perceraian, masalah ekonomi serta masalah lainnya yang dapat memicu emosi terhadap anak.

  2. Perilaku anak yang agresif, susah diatur atau terlalu rendah diri serta gangguan perilaku lainnya

  3. Kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak sehingga tidak mengetahui terjadinya kekerasan pada anak

  4. Budaya pola asuh anak yang cukup keras

  5. Lingkungan yang keras dan suka membully

  6. Pengaruh media terhadap perilaku dan pandangan anak 

 

[irp]

 

Kekerasan pada anak terjadi karena banyak faktor penyebabnya dan juga memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan anak.

Pentingnya pencegahan kekerasan terhadap anak untuk melindungi anak dari perlakuan yang tidak semestinya.

Perlunya kerja sama antara orang tua, guru dan masyarakat secara umum untuk mencegahnya.

Jika anak mengalami trauma terhadap kekerasan, Ibu bisa membawanya berkonsultasi dengan dokter perihal kesehatan psikologisnya. 

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Segudang Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi

SPC – ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif memiliki beragam manfaat yang sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

ASI Eksklusif merupakan pemberian ASI kepada bayi secara penuh tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama enam bula pertama kehidupan bayi.

Praktik pemberian ASI Eksklusif sangat direkomendasikan oleh WHO karena memberikan nutrisi dan perlindungan kesehatan yang optimal kepada bayi. 

 

[irp]

 

Kandungan Gizi ASI

ASI mengandung banyak zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh bayi untuk membantu tumbuh kembang dan menjaga kesehatannya. Berikut kandungan gizi pada ASI :

1. Karbohidrat

ASI mengandung laktosa sebagai sumber karbohidrat utama yang berperan sebagai sumber energi bagi bayi.

Sebagai gula alami, bayi cukup mudah mencerna laktosa dan menjadikannya sebagai sumber tenaga.

2. Protein

Kandungan protein juga mudah dicerna dan diserap oleh bayi.

Protein sangat penting untuk membantu pertumbuhan serta perkembangan otot dan jaringan tubuh pada bayi. 

3. Lemak

ASI mengandung asam lemak esensial yang penting untuk perkembangan otak dan sistem saraf bayi.

Selain mudah dicerna, lemak pada ASI juga dapat membantu penyerapan vitamin dan mineral.

4. Vitamin dan Mineral

ASI mengandung berbagai jenis vitamin dan mineral yang penting untuk menjaga kesehatan bayi serta membantu dalam penyerapan.

ASI mengandung vitamin A, C, D, E, K dan mineral seperti kalsium, zat besi, fosfor dan zinc yang penting untuk pertumbuhan tulang, gigi dan sel tubuh lainnya.

5. Enzim 

ASI mengandung enzim yang dapat membantu mencerna dan menyerap nutrisi serta perkembangan sel pada bayi.

ASI juga mengandung antibodi yang dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi dan penyakit.

 

Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi

ASI eksklusif memberikan banyak manfaat bagi kesehatan bayi, berikut manfaatnya : 

1. Nutrisi yang lengkap 

ASI mengandung nutrisi yang lengkap dan tepat bagi bayi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan enzim.

Nutrisi ini sangat dibutuhkan oleh bayi karena dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.

2. Meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi

Proses menyalurkan ASI mengahasilkan hormon oksitosin yang membuat ibu dan bayi membangun ikatan emosional yang kuat.

Selain itu, dapat membantu mengurangi stres sehingga bayi akan merasa nyaman. 

3. Pencegahan penyakit

Kandungan enzim dan antibodi pada ASI mampu melawan infeksi dan penyakit seperti infeksi saluran pernapasan dan diare.

Bayi yang mendapatkan ASI Eksklusif juga memiliki risiko yang lebih rendah terkena obesitas dan penyakit kronis seperti kardiovaskuler, kanker dan diabetes pada saat dewasa.

4. Meningkatkan perkembangan otak

ASI dapat membantu meningkatkan perkembangan otak dan kognisi pada bayi.

Kandungan gizi yang penting pada ASI sangat berguna untuk fungsi kerja otak bayi.

5. Mudah dicerna dan aman

ASI merupakan makan yang mudah dicerna oleh bayi dan aman untuk pencernaan bayi dibandingkan dengan susu formula.

Steril dan bebas dari kontaminasi membuat ASI menjadi makanan bayi paling aman untuk dikonsumsi.

 

[irp]

 

Secara umum, ASI sangat berperan penting untuk pertumbuhan dan perkembangan serta mampu menjaga kesehatan bayi.

ASI Eksklusif sangat disarankan sejak awal kehidupan karena bayi sangat rentan dengan berbagai penyakit dan infeksi.

Setelah enam bulan, Ibu bisa menambahkan makanan pendamping ASI untuk menambah masukan nutrisi bagi bayi karena kebutuhan gizinya yang semakin meningkat.

Konsultasikan perkembangan bayi dengan dokter untuk memantau perkembangan bayi secara optimal.

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Stunting pada Anak : Ciri-Ciri, Penyebab dan Pencegahan

Stunting pada Anak : Ciri-Ciri, Penyebab dan Pencegahan

SPC – Stunting merupakan kondisi keterlambatan pertumbuhan fisik pada anak.

Anak dengan stunting memiliki tubuh yang lebih pendek dari rata-rata anak seusianya.

Selain itu, perkembangan otak anak juga terhambat sehingga berpengaruh pada penurunan kemampuan kognitifnya.

Stunting terjadi karena kekurangan asupan gizi pada masa pertumbuhan dan perkembangan awal, penyakit infeksi, sanitasi serta faktor lainnya.

Stunting akan berdampak sampai anak dewasa seperti menurunnya produktivitas serta meningkatkan risiko penyakit kronis.

 

[irp]

 

Ciri – Ciri Stunting pada Anak

Berikut beberapa ciri-ciri stunting yang terjadi pada anak :

1. Tubuh anak yang lebih pendek dan tinggi badannya di bawah rata-rata anak seusianya 

2. Berat badan anak menurun dan cenderung lebih ringan dari pada anak usianya

3. Anak memiliki lingkar kepala yang lebih kecil

4. Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki wajah yang kurus dan tidak berisi karena terjadi gangguan selama masa pertumbuhan.

5. Mengalami gangguan perkembangan otak dan kognitif sehingga kesulitan belajar dan memproses informasi

6. Mudah terserang penyakit karena sistem kekebalan tubuh yang lebih lemah

 

Penyebab Stunting

Stunting terjadi karena berbagai faktor yaitu : 

1. Malnutrisi atau Kekurangan Gizi 

Stunting terjadi karena kebutuhan gizi anak yang tidak terpenuhi seperti protein, vitamin, mineral sehingga berdampak pada pertumbuhan anak.

Pemenuhan kebutuhan gizi anak sangat penting untuk menunjang perkembangan anak secara spesifik termasuk menjaga fungsi kerja organ tubuh anak.

Memenuhi pangan anak tidak hanya sebatas makanan yang mengenyangkan namun juga mengandung gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan anak. 

2. Infeksi dan Penyakit

Infeksi yang terjadi pada anak secara berulang dan kronis seperti masalah pada pencernaan dan pernapasan anak dapat mengganggu penyerapan nutrisi dan menghambat pertumbuhan anak.

Stunting terjadi karena anak sering mengalami diare akibat lingkungan dan sanitasi yang buruk. 

3. Sanitasi yang buruk

Sanitasi yang buruk serta akses air bersih yang tidak memadai cenderung membuat anak lebih mudah terserang penyakit infeksi dan gangguang kesehatan lainnya.

Mudahnya anak terserang penyakit infeksi akan berdampak pada pertumbuhannya karena infeksi yang terjadi dapat menyerap nutrisi yang pada anak.

Jika kebutuhan gizinya juga belum terpenuhi akan memperparah kondisi anak.  

4. Kehamilan yang buruk

Buruknya kesehatan ibu selama hamil seperti tidak terpenuhinya kebutuhan gizi, penyakit infeksi serta penyakit lain dapat mempengaruhi pertumbuhan janin.

Kehamilan yang buruk menyebabkan anak lahir dengan berat badan rendah (BBLR).

Hal ini dapat meningkatkan risiko anak terkena stunting jika tidak segera diatasi.

5. Faktor sosial dan ekonomi

Secara sosial dan ekonomi seperti kemiskinan, tingkat pendidikan dan pengetahuan serta akses ke pelayanan kesehatan menjadi faktor penunjang terjadinya stunting pada anak.

Kemiskinan membuat anak sulit mendapatkan makanan yang bergizi seimbang apalagi jika orang tua tidak mendapat informasi yang cukup terkait gizi anak akibat akses ke pelayanan kesehatan yang tidak memadai.

Faktor sosial dan ekonomi saling berkaitan satu sama lainnya.

6. Faktor genetik

Gangguan hormonal, penyakit metabolik dan masalah genetik ikut menjadi penyebab stunting pada anak. 

Kebanyakan stunting terjadi karena kombinasi beberapa faktor tersebut sehingga upaya pencegahannya melibatkan berbagai sektor terkait. 

 

Pencegahan Stunting pada Anak

Stunting harus dicegah dengan memastikan tumbuh kembang anak secara optimal.

Berikut beberapa cara pencegahannya :

1. Pemberian ASI eksklusif 

Sebagai sumber nutrisi, ASI sangat baik untuk perkembangan bayi.

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sejak lahir dapat membantu menurunkan risiko stunting.

Ibu harus memastikan anak mendapat ASI yang cukup samapai berusia dua tahun.

2. Pemberian makanan bergizi seimbang

Kenalkan bayi dengan makanan pendamping ASI setelah usianya 6 bulan.

Sesuaikan porsi makanan cukup dengan kandungan gizi yang seimbang dengan kombinasi protein, karbihodrat, vitamin dan mineral.

3. Meningkatkan kebersihan

Kebersihan lingkungan dan sanitasi yang baik sangat membantu dalam mencegah stunting.

Ibu bisa mengajarkan anak untuk rajin mencuci tangan sebelum dan sesudah beraktivitas dan membuang sampah pada tempatnya.

4. Pemberian suplemen gizi

Suplemen gizi dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi anak saat terjadi kekurangan.

Namun penggunaan suplemen gizi harus sesuai dengan saran dari dokter.   

5. Meningkatkan kesadaran

Pendidikan dan kesadaran kesehatan yang baik dapat membantu orangtua memahami pentingnya nutrisi dan kesehatan dalam mencegah stunting.

Dengan begitu, ibu akan memberikan perawatan yang tepat dan memenuhi kebutuhan gizi anak.

 

[irp]

 

Dengan melakukan tindakan pencegahan stunting pada anak, harapannya anak-anak bisa mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang baik.

Jika ibu mencurigai ada anak yang menderita stunting, segeralah berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah tersebut. 

Untuk memastikan kesehatan anak, Ibu bisa konsultasikan ke dokter anak pilihan. Kami menyediakan layanan kesehatan khusus anak Klinik Anak SPC  di kota Medan.

Copyright © 2026 Klinik SPC