preloader
Ketahui Cara Tepat Menentukan Derajat Dehidrasi pada Anak

SPC – Derajat dehidrasi pada anak ditentukan berdasarkan seberapa banyak anak kehilangan cairan dengan melihat tanda atau gejala yang muncul.

Dehidrasi adalah sebuah kondisi ketika anak mengalami ketidakseimbangan cairan dalam tubuhnya dimana lebih banyak cairan yang keluar dibanding yang masuk.

Anak-anak rentan terkena dehidrasi karena memiliki kebutuhan cairan yang lebih tinggi dari pada orang dewasa.

Selain itu, berat tubuhnya yang masih kecil dengan aktivitas yang cukup banyak membuat anak membutuhkan banyak cairan.

Dehidrasi bisa disebabkan oleh berbagai hal seperti muntah yang berlebihan, deman, diare berkepanjangan dan juga kurang minum.

Dehidrasi pada anak menunjukkan gejala yang bervariasi sesuai dengan tingkat keparahannya.

Gejala umum yang terjadi seperti lelah dan lesu, mulut kering, mata cekung, urin berwarna pekat, kulit kusan dan tidak elastis, detak jantung meningkat, mual, muntah serta berat badan dan kesadaran menurun.      

 

Cara Menentukan Derajat Dehidrasi pada Anak 

Untuk menentukan derajat dehidrasi pada anak perlu memperhatikan beberapa tanda dan gejala yang muncul.

Berikut beberapa cara atau metode yang bisa digunakan dalam menentukan derajat dehidrasi pada anak : 

1. Evaluasi Tanda Vital

Evaluasi tanda vital seperti melakukan pengukuran tekanan darah, detak jantung dan denyut nadi anak dapat memberikan petunjuk mengenai derajat dehidrasi.

Penurunan tanda-tanda vital ini dapat mengindikasikan anak mengalami kekurangan cairan.

2. Kelembaban Kulit

Kulit yang kering bisa menjadi tanda anak sedang mengalami dehidrasi.

Perhatikan kelembaban kulit anak serta gejala lainnya untuk menentukan derajat dehidrasi anak. 

3. Kelembapan Mulut dan Lidah

Biasanya anak yang mengalami dehidrasi akan mengalami penurunan produksi air liur dan mulut yang kering.

Perhatikan kelembaban mulut anak untuk menandai gejala dehidrasi serta mempercepat penanganannya. 

4. Produksi Urin

Anak yang menderita dehidrasi cenderung menghasilkan urin yang lebih sedikit dengan warna yang lebih pekat.

Perhatikan jumlah urin yang dikeluarkan beserta warnanya saat anak buang air untuk memantau kondisi tubuhnya. 

5. Status Air Mata

Dehidrasi juga membuat air mata anak berkurang saat ia menangis.

Perhatikan tanda ini untuk menentukan apakah anak mendapati gejala dehidrasi atau tidak. 

6. Tingkat Kesadaran

Semakin berat kondisi dehidrasinya, anak akan semakin mengalami penurunan kesadaran atau kebingungan.

Bahkan kondisi yang lebih parah bisa menimbulkan ketidaksadaran atau pingsan. 

 

Klasifikasi Derajat Dehidrasi pada Anak 

Dengan mangamati tanda-tanda tersebut, derajat dehidrasi bisa diklasifikasikan menjadi skala ringan, sedang dan berat.

Berikut gambaran umum derajat dehidrasi pada anak :

1. Dehidrasi Ringan

Dehidrasi ringan merupakan kondisi anak mengalami kehilangan cairan sekitar 3-5% dari berat badannya.

Anak akan menunjukkan tanda-tanda seperti munculnya rasa haus, kekeringan pada bibir dan mulut, mata menjadi cekung, jumlah urin yang sedikit serta elastisitas kulit dan nafsu makan yang menurun.

2. Dehidrasi Sedang

Pada kondisi dehidrasi sedang, menandakan anak sedang mengalami kehilangan cairan sekitar 6-9% dari berat badannya.

Seperti gejala dehidrasi ringan, anak-anak akan tampak lemah dan lesu, rasa haus yang sangat kuat, urin yang sangat sedikit bahkan tidak ada serta air mata berkurang.

3. Dehidrasi Berat

Dehidrasi berat merupakan kondisi dehidrasi terparah anak karena kehilangan cairan bisa lebih dari 10% berat badannya.

Seperti gejala dehidrasi ringan dan sedang, dehidrasi berat menunjukkan tanda kelelahan yang sangat parah, mata yang sangat cekung dan biasanya tidak bisa ditekan kembali ke posisi semula, nafsu makan yang hilang, sangat kekeringan dan bahkan kehilangan kesadaran.

Dehidrasi berat biasanya membutuhkan perawatan medis karena kondisinya yang sangat berbahaya bagi anak.

 

Derajat dehidrasi bisa berbeda-beda tergantung usia anak, kondisi kesehatan, lingkungan serta faktor lainnya.

Penuhi kebutuhan cairan anak dengan mengonsumsi air putih yang cukup serta istirahat yang teratur.

Jika gejala pada anak semakin parah, konsultasikan segera dengan dokter untuk menangani kondisi anak.

Perawatan medis akan lebih membantu anak dalam mengatasi gejala dehidrasinya serta mencegah kondisi yang lebih parah.

Konsultasikan selalu kondisi anak ke Klinik Anak SPC untuk memastikan tumbuh kembangnya dengan baik.

Leave a Reply